Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Saturday, 1 January 2022

21/22

"Kamu lihat pohon itu? Itu buah sukun. Rasanya seperti kentang tapi lebih manis"
— obrolan ini adalah obrolan saya dengan Ólafur Arnalds di Prana Dewi
sebelum saya pulang ke Denpasar.

Iya, idola saya…


Tuesday, 31 December 2019

Meng-aamiini Isyan

"Lo ngilang ke mana sih, Sha?" — tanya Bang Akis yang mewakili pertanyaan banyak orang lainnya.
Mungkin pergi bertualang untuk lebih mengenal diri.
 Jadi gimana? Sudah kenal diri sendiri? Hampir.



Friday, 4 January 2019

Mengalir, Berkembang

1 Januari 2018, kami awali dengan bercengkrama di kedai kopi kapitalis bersama Yussa, Oka, Yoga, dan Ita.
Tanpa rencana, tanpa tujuan, hari itu sangatlah mengalir.
Hingga kami tiba di pemberhentian: di Pasar Kreneng.
Tanpa berpikir panjang, malam itu kedua kuping saya tertindik atas bisikan setan dan bisikan Oka.
2018, akan menjadi tahun yang mengalir.

Sepertinya…

001

Sunday, 26 August 2018

Muğla

Semudah membalikkan telapak tangan kami memutuskan untuk mencari daerah pantai.
Daerah yang tidak akan ditemukan di provinsi Denizli.
Berk, hotel manager kami menyarankan untuk menuju Marmaris.
Sebuah daerah pantai yang terletak di provinsi Muğla.
4 jam perjalanan dari Denizli… dengan Taxi.
dan di sini lah petualangan kami dengan Bapak Sopir "Pemarah" dimulai.

Mugla


Monday, 20 August 2018

Denizli

"Hi, nice to meet you, sir! How are you?" ucap kami.
"Thank you" jawab beliau dengan raut wajah tidak ramah.
Perlahan kami memikirkan kembali kenapa keputusan kami untuk lebih mimilih ke Pamukkale dari Cappadocia.
Tentu trip ini akan menjadi sangat… menyenangkan.

001


Mari mundur ke beberapa waktu ke belakang.
Tepat setelah saya ditawan berjam-jam oleh pedagang karpet di Fatih.


Wednesday, 15 August 2018

Ottoman ii

Bekas kerajaan Ottoman sendiri masih berdiri di Fatih, sebuah distrik di İstanbul.
Daerah yang berisi ruang bawah tanah di setiap rumahnya, pedestrian yang nyaman bagi pejalan kaki, pemanfaatan transportasi umum yang tepat, dan yang paling akhir mental warga yang siap untuk menjadi daerah pariwisata.
Skor sementara: İstanbul 10, Denpasar 01.
Waktu menunjukkan pukul 7 pagi waktu İstanbul, kami masih jetlag.
Dan inilah catatan singkat kami tentang wisata sejarah Ottoman, İstanbul.

The Neighbourhood

Friday, 24 February 2017

Bali, 2017

Ini adalah kali ketiganya saya (turut) belajar mengapresiasi tanah kelahiran saya melalu apresiator-apresiastor baru dan kisah-kisah mereka.
"How do you see your Bali?"
Bagaimana kami menilai sesuatu dengan sewajarnya, dengan nalar, hati, dan pikiran.

Sabargita
Sabargita, sebuah esai foto oleh Ega Oxiana & Kirsty Hughes tentang ironi sebab-akibat enggannya penggunaan transportasi publik oleh masyarakat di Bali. All rights reserved


Tuesday, 3 January 2017

16/17

31 Desember 2016
Mood: John Mayer — Love on the Weekend

Akhir tahun ini lumayan dibuat sibuk, otomatis jadi makin banyak pikiran.
Catat: banyak pikiran, sesuatu yang tidak ada.
Setelah sebulan persiapan pernikahan adik, waktunya sampai di puncak acara.
Begitu juga setelah sebulan — Denpasar High School Project tahun kedua telah berakhir malam itu.

Bersama Dektri, Hendika, Kamilo, dan Luthfi kami bersiap untuk menutup tahun ini.
Tidak lupa bertemu dengan teman-teman Gus Indra, Yudha, dan Ayu Diah Cempaka.
Cukup lama tidak bertegur sapa dengan Yudha dan DC, yang pada akhirnya kami berdiskusi tentang ilmu beladiri — sambil melakukan proses penjurian di Mangsi.
…dilanjutkan dengan mengkonsumsi masakan India bersama Yusak, Dito, Yusa, Omang, dan Kecek.
Jarak tempuh: Renon — Seminyak (yang macet).

A total random day.

Wednesday, 13 July 2016

Tiga

Tanpa disengaja setelah sekian lama, malam ini saya bertemu dengan sahabat saya Windu.
"Kami dari Mangsi Coffee mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-28" — candanya yang sukses membuat saya tersenyum bangga.

Dan tidak terasa juga, tiga tahun yang lalu, di sebuah warung kopi kecil di kawasan Hayam Wuruk berkumpul 3 pemuda yang ingin mengubah dunia.
Mereka sebut diri mereka dengan Masbrooo.
Bisa apa sih tiga orang ini?

Happy 3rd Anniversary



Tuesday, 27 May 2014

Janggan

Indonesia's documentary movie revival, saya menyebut fenomena ini.
Awalnya saya mengerutkan dahi ketika projek ini dibuat.
Film dokumenter? Namun saya berhasil mengubah cara pandang saya
sejak trailer film ini saya saksikan.

Worth to watch

Photo by Anggara Mahendra

Friday, 23 May 2014

Kabar Dari Hutan

Setelah sekian lama mendengarkan duo ini, dan mendengarkan single-single yang mereka rilis via Soundcloud
Dan gunjang-gunjing bahwa rilis album ini akan berupa format digital.
Akhirnya! Sanjay, dan Zenith menghasilkan sebuah album perdana mereka!


Saturday, 22 March 2014

Pure Saturday

Setelah lama mendengar Pure Saturday, akhirnya saya jatuh cinta dengan musik band ini.
Time for a Change, Time to Move On bermain dengan cerdik di ingatan.
I'm in love with the artwork. Cute vector, unusual colors.

Trus, nitiplah album terbaru mereka ke Doi (plus ongkos biaya jalan — ini beneran).
Setelah sebulan album ini akhirnya di tangan. Excited! 



Tuesday, 31 December 2013

2013

1 Januari 2013; saya, Abe, Marthen dan Ogi telah menikmati buaian Cakranegara, Lombok.
Sudah tahun baru aja, apa saja yang telah saya lewati? Menyenangkan. 
Saya mulai merangkai path menuju titik terang.

Friday, 27 December 2013

Between Us

Kalau saja saya tidak dibuang oleh taxi itu di belantara Jakarta pada tengah malam mungkin saya tidak akan mendapatkan album fisik dari Lala Karmela.
Apa sih spesialnya Lala Karmela hingga saya begitu suka dengan album ini?


Tuesday, 15 October 2013

Paracosm: Bonus Track Edition

Kali ini saya akan mereview sebuah album terbaru dari Ernest Greene atau yang lebih dikenal dengan Washed Out.
Washed Out sendiri saya temukan secara tidak sengaja via 8tracks dan langsung jatuh hati pada pendengaran pertama (track 'Soft').
Genre musik Washed Out bisa dibilang sangatlah asing di Bali: dream pop/chillwave/trip hop.
Dan sekarang waktunya saya mengulas album Paracosm: Bonus Track Edition secara sederhana.

Tracklist:

image (4)

Thursday, 11 July 2013

Gdubrak Session

10 Juli 2013, entah kenapa Doi, dan kawan-kawannya yang iseng menghadiahi saya beberapa pertanyaan—pertanyaan isengnya ke saya.
Entahlah, haha. Berikut petikan wawancara bersama tim Gdubrak.com

image (1)

Ehm. Cek. Cek. Tes suara.
Oke kali ini setelah absen beberapa pekan karena bingung mau cari talent, Gdubrak.com akhirnya menemukan orang yang pas untuk kami tanya-tanya di berbagai hal.
Hmmm. Kita sambut saja. Esha SW.
Pokoknya, talent ini memiliki berbagai sisi misteri yang layak untung diperbincangkan, setajam SILET. Ces!
Siapa Esha? Apa pekerjaannya?
Apa saja kegiatannya? Apa prestasinya?
Entahlah. Kami juga sedang mentok ide.
Pokoknya, Esha sangat layak kami kerjain.
Simak wawancara tak penting Gdubrak.com dengan Esha SW berikut ini.
Cekidot!

Sunday, 17 February 2013

Fragrant Rice

"…I remember landing on the shores of a garden paradise,
surrounded by waves and nodding palm trees."
- kenang Janet De Neefe.

01


Tuesday, 1 January 2013

2012

1 Januari 2012 saya terbangun di kamar tempat Atik, Indri, Bella, Nina, dan Lya tidur.
Dan petualangan apa lagi yang akan kami lewati tahun ini?

Tidak terlalu mulus.

Kabar duka silih berganti berdatangan.
1 Januari 2012,  saya mendapatkan kabar duka dari rumah. Kakek meninggal.
Sebuah awal yang absurd. Iya, tahun lalu banyak cobaan melanda kami.
Terlalu banyak perpisahan: Anggi, Sanjay, Iksan, Yessica, Ogi, Indri, Martin, Líon, Lya, dan mbak Sakti.
Hanya doa yang terucap agar kami lebih dikuatkan.

Adapun beberapa achievement yang berhasil dicapai tahun ini.
Walau tidak banyak, namun berarti.
Feist, Bersama Kita, Uppercut Deluxe, Voordurend: Artist Series (Part I) dan Signage.

Saturday, 22 September 2012

Kopi Kultur

Secangkir teh atau kopi (+ sedikit alkohol). Sekeranjang jajanan tradisional, ataupun makanan organik dari ahlinya.
 Perbincangan edukasi pertanian ala bapak Rai Bangsawan/Dicky, ataupun brainstorming bersama teman-teman.

Kopi Kultur


Sunday, 22 July 2012

Harmoni Nada Cinta

Lama sudah tidak mendengar kabar dari grup musik (favorit saya) etnik satu ini.
Grup musik etnik yang mengangkat musik tradisi Bali menjadi sesuatu yang sangat istimewa.
Tiba-tiba saja mereka muncul dan mengabarkan kabar gembira untuk kita semua.
Iya, sebuah pagelaran drama musikal dan peluncuran mini album mereka:
Harmoni Nada Cinta

Harmoni Nada Cinta