Showing posts with label Interview. Show all posts
Showing posts with label Interview. Show all posts

Saturday, 30 December 2017

Hadi Suwandi

Di tahun ke-lima ini, dengan bangga saya kenalkan sosok Made Hadi Suwandi.
Teman ngobrol, teman workout, mostly salah satu chef favorit saya di Bali.
Dengan latar belakang yang pernah menetap di Elgin Avenue, Australia, mari kita berbicara tentang Bali ke depan di mata seorang Hadi.

Hadi Suwandi

Thursday, 29 December 2016

Pramudito Siahaan

Sosok Dito saya ketahui 2 tahun lalu ketika saya menyatroni markas SWB.
First impression? Orangnya santai, agak sarkas.
2 tahun kemudian kami bertemu lagi setelah saya bergabung kembali dengan SWB.
Di luar olahraga, saya sering berbicara banyak dengan Dito (dan kawan-kawan).
Kami punya banyak kesamaan: orangnya bold, open minded, damaged, dan tetap: keras.

Dan di tahun ke-4, kali ini saya akan berbincang dengan Dito.
Sesuai tema rubrik ini: Bagaimana Anda Melihat Balimu?
Bersama Gilang dan Agung Dewi yang mendadak muncul, berikut obrolan kami.

Pramudito


Tuesday, 10 November 2015

Rai Pendet

Suatu senja kami tidak sengaja bertemu di markas kami: Mangsi Coffee.
Perkenalkan, sahabat saya Rai Pendet, seorang filmmaker yang berhasil mencuri perhatian.
Gagasan, dan karya Rai bukan main bagusnya.

Setelah pulang dari Cina dan menyabet penghargaan, minggu ini Rai tiba di Bali untuk pulang kampung.
Break time? Not really.
Ada projek asik untuk tahun depan. Apa itu? Nanti dibahas deh.
Kini waktunya untuk menyimak diskusi di rubrik interview yang muncul hanya setahun sekali.

Rai


Sunday, 28 December 2014

Lucky Ibrahim


Jauh hari Lucky menghubungi saya via akun LINE®-nya. 
"Mas Esha, Desember saya ke Bali ya?". "Siap, Lucky" sahut saya.

Desember tiba, tepat di malam Galungan saya terlelap setelah menghadapi deadline, Lucky tiba di depan rumah. Dan kenapa saya mewawancarai Lucky? Karena Lucky adalah teman saya yang saya jumpai setahun yang lalu di Reka Baru Desain Indonesia. Di usia 22 tahun, karyanya diakui negara bersama 20 peserta lainnya, termasuk saya.

Setelah saya antar dan get lost dengan sendirinya di Bali, (tentunya dengan brainwash dari saya tentang Bali kini, dan potensi SDM-nya) berikut adalah selayang pandang kami tentang potensi lokal Bali dari sudut pandang anak ibukota — secara sangat mendadak.

Ingat: ini hanya selayang pandang, bukan untuk dibanding-bandingkan.

Siap? Yak!

Lucky


Friday, 26 July 2013

Windu Segara Senet

Suatu sore yang ceria di Mangsi Coffee.
Bagaimana tidak? Kami ditraktir segelas kopi oleh Emoni.
Namun kali ini saya tidak akan mewawancara Emoni. Tetapi Windu, seorang yang (untuk saya) memiliki pola pikir yang menarik.
Siapa Windu? Berikut wawancara saya dengan Windu.

Windu Segara Senet

Thursday, 11 July 2013

Gdubrak Session

10 Juli 2013, entah kenapa Doi, dan kawan-kawannya yang iseng menghadiahi saya beberapa pertanyaan—pertanyaan isengnya ke saya.
Entahlah, haha. Berikut petikan wawancara bersama tim Gdubrak.com

image (1)

Ehm. Cek. Cek. Tes suara.
Oke kali ini setelah absen beberapa pekan karena bingung mau cari talent, Gdubrak.com akhirnya menemukan orang yang pas untuk kami tanya-tanya di berbagai hal.
Hmmm. Kita sambut saja. Esha SW.
Pokoknya, talent ini memiliki berbagai sisi misteri yang layak untung diperbincangkan, setajam SILET. Ces!
Siapa Esha? Apa pekerjaannya?
Apa saja kegiatannya? Apa prestasinya?
Entahlah. Kami juga sedang mentok ide.
Pokoknya, Esha sangat layak kami kerjain.
Simak wawancara tak penting Gdubrak.com dengan Esha SW berikut ini.
Cekidot!