Sudah 10 bulan aku berduka, aku tidak cukup kuat melawan dunia. Kini lebih sering berlindung dari rasa takut dengan bersembunyi di antara kenangan. Kurang lebih, begitulah hari-hariku: dipenuhi depresi ala Wanda Maximoff di WandaVision dan kata-kata Tulus dalam "Teh Hijau".
Saturday, 11 July 2026
Friday, 30 January 2026
25/26
Bagian i: Desember 2025
Malam tahun baru terlewat begitu saja, saya pejamkan mata di ruang VIP rumah sakit tanpa orang terdekat. Sudah hari ke-4, tangan ini masih terpasang infus, dengan tenaga yang belum juga pulih.
Tiada yang istimewa seperti tahun-tahun sebelumnya.
Setelah apa yang saya lewati di 2025, optimis yang saya tabung sejak awal tahun, pelan tapi pasti, telah runtuh semua di hadapan waktu. Saya hancur, saya kalah.
Friday, 19 September 2025
September
Di rumah ini, pernah dihuni dua orang pria yang tidak pernah untuk mengutarakan kasih sayang mereka. Belakangan, diri ini sering mengutuk kakek atas jarak yang terbentang antara saya dan bapak. Namun, apa boleh buat, hal itu sudah lewat. Kini kami berdamai dengan satu-satunya cara hidup yang kami ketahui selama ini.
Wednesday, 1 January 2025
24/25
"Where have you been?"
tanya relasi dan keluarga menyadari berkurangnya diri ini muncul di keseharian.
Jawabku: retreat (entah apa bahasa Indonesianya), karena diri sudah sangat lelah untuk pikul beban pikiran dan perasaan.
Monday, 1 January 2024
23/24
4 Februari 2023, malam itu saya terjaga dengan mata dan badan yang masih segar.
Saya memutuskan untuk menyaksikan film idola saya (Sarah Paulson) di Netflix: Blue Jay.
Saya memutuskan untuk menyaksikan film idola saya (Sarah Paulson) di Netflix: Blue Jay.
Tanpa berharap banyak dari film ini, malam itu air mata mengalir menyaksikan ending film itu.
Bukan, bukan airmata kesedihan. Bagai hidayah Tuhan, tontonan ini melepas rasa kecewa dan marah saya ke dunia yang terlalu lama terpendam.
Subscribe to:
Posts (Atom)




