Showing posts with label Friends. Show all posts
Showing posts with label Friends. Show all posts

Friday, 30 January 2026

25/26

Bagian i: Desember 2025

Malam tahun baru terlewat begitu saja, saya pejamkan mata di ruang VIP rumah sakit tanpa orang terdekat. Sudah hari ke-4, tangan ini masih terpasang infus, dengan tenaga yang belum juga pulih. 

Tiada yang istimewa seperti tahun-tahun sebelumnya.

Setelah apa yang saya lewati di 2025, optimis yang saya tabung sejak awal tahun, pelan tapi pasti, telah runtuh semua di hadapan waktu. Saya hancur, saya kalah.



Wednesday, 1 January 2025

24/25

"Where have you been?"

tanya relasi dan keluarga menyadari berkurangnya diri ini muncul di keseharian.
Jawabku: retreat (entah apa bahasa Indonesianya), karena diri sudah sangat lelah untuk pikul beban pikiran dan perasaan.


Monday, 10 July 2023

Orang Miskin

"Kamu bukan orang miskin kan?

Tentu pertanyaan tersebut tidak akan dilontarkan oleh Kris ke sembarang orang.

Pertanyaan dari Krisdian Kardana yang membuat saya tertawa dan mempertanyakan diri saya sendiri. 

Am I? Ya, mungkin juga.

Halo semua, it's been a while. How are things?



Monday, 2 January 2023

22/23

Semalam saya telan obat influenza kedua di hari terakhir tahun 2022.

Terbangun untuk makan malam, lanjut tidur, dan terbangun lagi karena mendengar ledakan di sekitar. Thør dan Ãppo tidur di bawah menemani kami tanpa rasa takut akan suara ledakan. That's it.

Tidak ada acara kumpul bersama atau bertengkar dengan pasangan di beach club seperti di 2018.

Cukup.


Thursday, 28 July 2022

10-34

Setengah tahun dari 2022 berjalan, ada lagi rintangan yang harus dihadapi.
Kemudian distraksi berupa rasa rindu pun datang.

Distraksi dalam artian baik yang membuat dada saya bergemuruh.

Sapaan pagi Nina ke Ogik di masa kuliah masih melekat di kepala ini. 
Hampir 10 tahun berlalu, dari yang senyum paling lebar, sekarang saya jadi paling dingin banyak nahan emosi.

Ternyata, banyak kisah yang telah saya lewati sendiri hingga sampai di titik ini.
(ternyata) saya banyak kehilangan …dan saya sangat merindukannya.



Saturday, 1 January 2022

21/22

"Kamu lihat pohon itu? Itu buah sukun. Rasanya seperti kentang tapi lebih manis"
— obrolan ini adalah obrolan saya dengan Ólafur Arnalds di Prana Dewi
sebelum saya pulang ke Denpasar.

Iya, idola saya…


Sunday, 24 October 2021

How's Life?

 Bulan ke-5 di tahun kedua pandemi, rasa cemas berlebihan saya terhapus begitu saja.
Peluk dan cium itu kini berjarak 0 cm, tidak lagi berjarak ribuan kilometer,
bukan lagi hanya sekadar kode digital yang merangkai teks dan emoji yang membuat kami tersenyum.
How's life? Good, …at least for now


Tuesday, 24 November 2020

Musim ke-32

Sebelas bulan telah lewat dan perasaan ini masih campur aduk. Nafas tertahan, mata terpejam, tenggelam dalam hening, kini umur bertambah beberapa waktu lalu. Mengurangi hal-hal yang tiada guna, mencoba menjadi lebih tenang lewat diskusi dengan diri sendiri.

How's life? Walau tidak ada motivasi untuk makan dan olahraga; never better.
Life's good and I am grateful.



Thursday, 26 March 2020

2010

Suatu siang,
kampus dihebohkan karena dihubungi oleh salah studio desain nasional yang berbasis di Bali.
3 mahasiswanya diterima untuk menimba ilmu di sana.
"Mohon dibimbing anak didik kami di sana" kata Pak Olih.
3 mahasiswa itu adalah Agung Witara, Wayan Sanjaya Adi Putra, dan Ésha Satrya.
Di sini, kisah 3 anak ini dimulai.
Di bawah bimbingan beliau.


Meja meeting tempat beliau bekerja sekaligus tempat kami dimarah setiap hari Senin dan Jum'at.


Tuesday, 31 December 2019

Meng-aamiini Isyan

"Lo ngilang ke mana sih, Sha?" — tanya Bang Akis yang mewakili pertanyaan banyak orang lainnya.
Mungkin pergi bertualang untuk lebih mengenal diri.
 Jadi gimana? Sudah kenal diri sendiri? Hampir.



Monday, 15 July 2019

Grow

Sering saya berharap masih bisa menulis kembali kisah saya bersama Bella, Abe, Ogik, Atik, Indri dan kawan-kawan.
Sudah 8 tahun berlalu sejak perpisahan kami, saya hinggap ke sana dan ke sini, babak-belur, dan sering rindu rumah.
Namun diri harus tetap melangkah dan dengan mudah diterima dengan banyak hal yang menanti untuk saya kisahkan.

Namanya tumbuh, pasti banyak belajar.
Mana tahu benar jika tidak pernah salah.


Friday, 4 January 2019

Mengalir, Berkembang

1 Januari 2018, kami awali dengan bercengkrama di kedai kopi kapitalis bersama Yussa, Oka, Yoga, dan Ita.
Tanpa rencana, tanpa tujuan, hari itu sangatlah mengalir.
Hingga kami tiba di pemberhentian: di Pasar Kreneng.
Tanpa berpikir panjang, malam itu kedua kuping saya tertindik atas bisikan setan dan bisikan Oka.
2018, akan menjadi tahun yang mengalir.

Sepertinya…

001

Tuesday, 11 September 2018

Km 42

Agustus 2016 di kilometer ke-42,
momen haru ketika kami menggiring Yussa ke garis finish adalah salah satu momen yang berkesan bagi kami, bahkan hingga detik ini.
Saya berjanji akan turut serta dalam race ini di tahun berikutnya.

2017, kedua hal di atas tidak terjadi.


002

Sunday, 26 August 2018

Muğla

Semudah membalikkan telapak tangan kami memutuskan untuk mencari daerah pantai.
Daerah yang tidak akan ditemukan di provinsi Denizli.
Berk, hotel manager kami menyarankan untuk menuju Marmaris.
Sebuah daerah pantai yang terletak di provinsi Muğla.
4 jam perjalanan dari Denizli… dengan Taxi.
dan di sini lah petualangan kami dengan Bapak Sopir "Pemarah" dimulai.

Mugla


Saturday, 21 April 2018

Bangkit

"Dengan bakatmu, kalau aku jadi kamu, aku akan terbang, hinggap membangun sarang dimana-mana, Sha"
— ucap Dadang SH Pranoto di suatu senja di Gunung Batur.
Saya tidak menanggapi serius ucapan beliau waktu itu.
Selain tidak terlalu mau berbesar kepala,
apa yang anda harapkan dari seorang fresh graduate yang dilepas ke dunia kerja seperti anak ayam yang siap dimangsa?
Hingga akhirnya saya paham ucapan beliau.
Suksma, Mas Dadang.

Wallpapers-SWB


Tuesday, 27 February 2018

Momentum Panggung

Malam itu saya menggunakan kacamata baru setelah 8 hari kehilangan alat bantu melihat.
Entah hilang di mana, saya tidak tau.
Kacamata jadi dalam hitungan jam, karena malam itu adalah malam istimewa kami.
Waktunya kembali ke dunia fotografi panggung setelah 2 tahun istirahat — yang ternyata bukan perkara mudah.

The Gate

Monday, 5 February 2018

Semoga, Ya

"Video ini dibuat oleh Esha Satrya. Saya cinta sekali dengan karya dia.
Kenapa dia yang bikin video saya? Karena teman-teman tidak ada yang bikin video di dia.
Cuma saya aja. Hahahaha.
Katanya dia ngundang bapak-ibunya hari ini untuk nonton video ini…"

Kira-kira itu jawaban khas Kupit ketika ditanya oleh Bli Lengkong dan Made.
Dan malam itu, video saya diputar secara perdana di hadapan 600 tamu Pentas Ini Bukan Nosstress. Suksma, Pit. 😊

004

Thursday, 1 February 2018

Tumbuh Merunduk

1 Januari, diwarnai dengan selebrasi pertemanan dengan keluarga baru saya di rumah Agus.
Entah berapa kali saya tulis tentang hal ini, maklum sangat berkesan bagi saya.
Dan awal tahun diwarnai dengan selebrasi awal baru keluarga kecil kami.
dan warna-warna itu kian terus menemani sampai kami tutup tahun 2017 dengan berdamai.
Iya, berdamai.

2017, saya memutuskan untuk menikmati umur 20 terakhir saya.

Tumbuh-Merunduk

Monday, 1 January 2018

17/18

Belakangan pembatas antar kami sudah mulai runtuh pasca kejadian Buyan.
Tahun ini saya banyak berbagi kisah dengan anak-anak selain keluarga dan Turah. The good part, the shit part — everything!
31 Desember 2017, kami habiskan malam itu di rooftop pabrik Bali Tangi menyaksikan ledakan kembang api saling bersahutan di sekitar Jalan Gatot Subroto — Dalung/Canggu yang megah itu. Tidak ada korban jiwa, hanya Kimmy yang digigit ular malam itu. …yang cukup bikin keadaan panik.
Selamat tahun baru 2018, teman-teman.

17/18

Saturday, 30 December 2017

Hadi Suwandi

Di tahun ke-lima ini, dengan bangga saya kenalkan sosok Made Hadi Suwandi.
Teman ngobrol, teman workout, mostly salah satu chef favorit saya di Bali.
Dengan latar belakang yang pernah menetap di Elgin Avenue, Australia, mari kita berbicara tentang Bali ke depan di mata seorang Hadi.

Hadi Suwandi