Showing posts with label Artwork. Show all posts
Showing posts with label Artwork. Show all posts

Monday, 1 January 2024

23/24

4 Februari 2023, malam itu saya terjaga dengan mata dan badan yang masih segar.
Saya memutuskan untuk menyaksikan film idola saya (Sarah Paulson) di Netflix: Blue Jay
Tanpa berharap banyak dari film ini, malam itu air mata mengalir menyaksikan ending film itu. 
Bukan, bukan airmata kesedihan. Bagai hidayah Tuhan, tontonan ini melepas rasa kecewa dan marah saya ke dunia yang terlalu lama terpendam.

Friday, 18 December 2020

Bunga

"Hi Love!" pesan pembuka dari Sandra di Iceland yang hangat menjadi begitu berbeda di masa pandemi ini.
Rasa takut, cemas, dan jarak menjadi guru bagi saya di kala itu.
EP 'Nest' menemani masa karantina saya. 

Monday, 15 July 2019

Grow

Sering saya berharap masih bisa menulis kembali kisah saya bersama Bella, Abe, Ogik, Atik, Indri dan kawan-kawan.
Sudah 8 tahun berlalu sejak perpisahan kami, saya hinggap ke sana dan ke sini, babak-belur, dan sering rindu rumah.
Namun diri harus tetap melangkah dan dengan mudah diterima dengan banyak hal yang menanti untuk saya kisahkan.

Namanya tumbuh, pasti banyak belajar.
Mana tahu benar jika tidak pernah salah.


Tuesday, 26 March 2019

Askholes Designers

Akhir masa SMA saya habiskan waktu bersama Gung De dengan bertemu hantu satpam sekolah yang bunuh diri di hari itu.
Sungguh random sambil menunggu waktu pendaftaran kuliah.
Adalah 2 jurusan di fakultas ekonomi, entah 1 jurusan apa lagi yang saya ikuti dan saya buang.
Atas rekomendasi mamak saya memilih kuliah Desain Grafis.
Entah jurusan apa itu, sepertinya berhubungan dengan seni layar (LCD).




Sunday, 26 August 2018

Muğla

Semudah membalikkan telapak tangan kami memutuskan untuk mencari daerah pantai.
Daerah yang tidak akan ditemukan di provinsi Denizli.
Berk, hotel manager kami menyarankan untuk menuju Marmaris.
Sebuah daerah pantai yang terletak di provinsi Muğla.
4 jam perjalanan dari Denizli… dengan Taxi.
dan di sini lah petualangan kami dengan Bapak Sopir "Pemarah" dimulai.

Mugla


Monday, 20 August 2018

Denizli

"Hi, nice to meet you, sir! How are you?" ucap kami.
"Thank you" jawab beliau dengan raut wajah tidak ramah.
Perlahan kami memikirkan kembali kenapa keputusan kami untuk lebih mimilih ke Pamukkale dari Cappadocia.
Tentu trip ini akan menjadi sangat… menyenangkan.

001


Mari mundur ke beberapa waktu ke belakang.
Tepat setelah saya ditawan berjam-jam oleh pedagang karpet di Fatih.


Saturday, 11 August 2018

Ottoman

Baru juga beberapa menit tiba di Istanbul, saya disambut dengan hampir disiram oleh janitor bandara.
Terima kasih pak, sebuah sambutan yang cukup mengejutkan.
Well, merhaba, Istanbul!

Prewords

Saturday, 21 April 2018

Bangkit

"Dengan bakatmu, kalau aku jadi kamu, aku akan terbang, hinggap membangun sarang dimana-mana, Sha"
— ucap Dadang SH Pranoto di suatu senja di Gunung Batur.
Saya tidak menanggapi serius ucapan beliau waktu itu.
Selain tidak terlalu mau berbesar kepala,
apa yang anda harapkan dari seorang fresh graduate yang dilepas ke dunia kerja seperti anak ayam yang siap dimangsa?
Hingga akhirnya saya paham ucapan beliau.
Suksma, Mas Dadang.

Wallpapers-SWB


Tuesday, 27 February 2018

Momentum Panggung

Malam itu saya menggunakan kacamata baru setelah 8 hari kehilangan alat bantu melihat.
Entah hilang di mana, saya tidak tau.
Kacamata jadi dalam hitungan jam, karena malam itu adalah malam istimewa kami.
Waktunya kembali ke dunia fotografi panggung setelah 2 tahun istirahat — yang ternyata bukan perkara mudah.

The Gate

Monday, 5 February 2018

Semoga, Ya

"Video ini dibuat oleh Esha Satrya. Saya cinta sekali dengan karya dia.
Kenapa dia yang bikin video saya? Karena teman-teman tidak ada yang bikin video di dia.
Cuma saya aja. Hahahaha.
Katanya dia ngundang bapak-ibunya hari ini untuk nonton video ini…"

Kira-kira itu jawaban khas Kupit ketika ditanya oleh Bli Lengkong dan Made.
Dan malam itu, video saya diputar secara perdana di hadapan 600 tamu Pentas Ini Bukan Nosstress. Suksma, Pit. 😊

004

Thursday, 1 February 2018

Tumbuh Merunduk

1 Januari, diwarnai dengan selebrasi pertemanan dengan keluarga baru saya di rumah Agus.
Entah berapa kali saya tulis tentang hal ini, maklum sangat berkesan bagi saya.
Dan awal tahun diwarnai dengan selebrasi awal baru keluarga kecil kami.
dan warna-warna itu kian terus menemani sampai kami tutup tahun 2017 dengan berdamai.
Iya, berdamai.

2017, saya memutuskan untuk menikmati umur 20 terakhir saya.

Tumbuh-Merunduk

Tuesday, 2 January 2018

Pagi itu mama tampil beda dari biasanya, makin ayu.
Bapak? tetap cuek — seperti biasa walau tidak bisa menutupi rasa tegangnya.
Maklum, hari itu putri mereka satu-satunya resmi disunting orang lain.

Entahlah, perasaan saya campur aduk. Mungkin pasca minum alkohol sisa semalam.
Tapi saya yakin ada sesuatu yang baik menyambut kami di depan.
Sesuatu yang saya tunggu selama ini. Sebuah awal yang indah di tahun yang baru.


The Bride

Monday, 1 January 2018

17/18

Belakangan pembatas antar kami sudah mulai runtuh pasca kejadian Buyan.
Tahun ini saya banyak berbagi kisah dengan anak-anak selain keluarga dan Turah. The good part, the shit part — everything!
31 Desember 2017, kami habiskan malam itu di rooftop pabrik Bali Tangi menyaksikan ledakan kembang api saling bersahutan di sekitar Jalan Gatot Subroto — Dalung/Canggu yang megah itu. Tidak ada korban jiwa, hanya Kimmy yang digigit ular malam itu. …yang cukup bikin keadaan panik.
Selamat tahun baru 2018, teman-teman.

17/18

Saturday, 30 December 2017

Hadi Suwandi

Di tahun ke-lima ini, dengan bangga saya kenalkan sosok Made Hadi Suwandi.
Teman ngobrol, teman workout, mostly salah satu chef favorit saya di Bali.
Dengan latar belakang yang pernah menetap di Elgin Avenue, Australia, mari kita berbicara tentang Bali ke depan di mata seorang Hadi.

Hadi Suwandi

Sunday, 5 November 2017

Man About Town ii


Beberapa hari belakangan saya sukses dibuat lebih relijius, ngayah game is too strong.
Puncaknya bisa dibilang tadi pasca mama berkabar kalau hari ini adalah hari lahir Bali saya.
Iya maaf, saya tidak pernah tau perihal ini kalau tidak diingatkan mama.

So, how was life? bagian depresifnya sedikit politikal, dan kembali berlari.

Bagian senangnya dapat teman baru, dapat ponakan dan dapat belajar banyak dari semua peristiwa belakangan — termasuk belajar lebih legowo.
Oh, iya. Baru selesai menyaksikan Stranger Things 2 juga — it's dope!
So, never better, I guess.


Man About Town
Diambil oleh sahabat saya, I Made Suryawan Wardana di suatu siang pasca bercengkrama dengan Krisna dan Turah.



Wednesday, 4 October 2017

Sembilan Tahun Kemudian

Semua berawal dari 9 tahun yang lalu,
ketika sahabat saya mengajak saya untuk melepas lelah sejenak dari aktivitas semester akhir kampus teknik
…sekaligus mengajak saya untuk sebuah blind date.
Kini waktu berganti begitu pesat, lembaran hari terus berganti.
9 tahun kami dibuat untuk saling mengenal sisi satu dengan lain.
Baik secara personal maupun secara extremely personal — salam dari Jogja, Pit!


Friends

Monday, 10 July 2017

Man About Town

Kabar baik dari musisi idola yang merilis albumnya setelah 7 tahun vakum seolah mengisyaratkan saya untuk rehat sejenak.
Rehat dari kesibukan yang menemani saya selama 3 bulan ini.

"Things will get better, 'Cause they can't get worse, oh"
— lantunan Lisa Lobsinger yang membuat saya tenang sejenak di malam di usia 20 terakhir saya.

Cover

Saturday, 8 April 2017

Afirmasi

"Can we fix it?" — tanya Gilang. Sure, it just takes time.
Kini kembali diingatkan untuk sibuk berpikir melalu logika bisnis komunikasi.
Sudah seminggu waktu tidur saya menjadi berkurang.
in a good way.

Selamat datang kembali pada tulisan lain saya.

Tulisan tentang terpuruk dan menjadi makin bijaxXx.
Eneg kan? SamaxXx. 

Afirmasi1

Friday, 24 February 2017

Bali, 2017

Ini adalah kali ketiganya saya (turut) belajar mengapresiasi tanah kelahiran saya melalu apresiator-apresiastor baru dan kisah-kisah mereka.
"How do you see your Bali?"
Bagaimana kami menilai sesuatu dengan sewajarnya, dengan nalar, hati, dan pikiran.

Sabargita
Sabargita, sebuah esai foto oleh Ega Oxiana & Kirsty Hughes tentang ironi sebab-akibat enggannya penggunaan transportasi publik oleh masyarakat di Bali. All rights reserved