Friday, 1 January 2016

15/16

31/12/25, 18.00
Teman-teman sudah disibukkan dengan party masing-masing.
31 Desember 2015, saya bersama Turah menghabiskan Iced Cappuccino yang kemudian dilanjutkan dengan menuju Denpasar Festival yang sesak itu.

What should we do?

Thursday, 31 December 2015

Chapter XXVII

"Bangsat, I'm the God", awal tahun saya mulai dengan menantang dunia.
Berbekal kenekatan, dan kesombongan saya optimis tahun ini akan menyenangkan.
Indeed, it's super fun walau kami babak belur menghadapinya.

Awal tahun dimulai dengan menyatukan teman-teman saya, teman-teman Dektri, dan teman-teman Hendika di MEREMAS.
Nggak percaya di waktu yang singkat kami bisa bikin acara segede ini dengan impact dan gaung yang belum berhenti sampai dengan sekarang.
Yes, the dots are connected

Tuesday, 10 November 2015

Rai Pendet

Suatu senja kami tidak sengaja bertemu di markas kami: Mangsi Coffee.
Perkenalkan, sahabat saya Rai Pendet, seorang filmmaker yang berhasil mencuri perhatian.
Gagasan, dan karya Rai bukan main bagusnya.

Setelah pulang dari Cina dan menyabet penghargaan, minggu ini Rai tiba di Bali untuk pulang kampung.
Break time? Not really.
Ada projek asik untuk tahun depan. Apa itu? Nanti dibahas deh.
Kini waktunya untuk menyimak diskusi di rubrik interview yang muncul hanya setahun sekali.

Rai


Friday, 30 October 2015

Menjadi Tangguh

Kata bapak, kalau sembahyang ke leluhur jangan minta yang macem-macem.
"Cukup minta maaf kalau salah, dan minta dilindungi".
Itu pesan beliau yang selalu saya ingat.
Trus, beberapa tahun belakangan terpaksa minta untuk dikuatkan.
Ia memang Maha Pendengar. Exercise dari Do'i datang secara beruntun.