Thursday, 1 September 2016

Pemenang

Saya benci berlari.
Membayangkannya saja saya sudah lelah. Maklum, saya tidak pandai dalam mengatur nafas.
Belakangan trend lari di Denpasar mulai mewabah.
Termasuk ke komunitas yang saya mulai ikuti 2 tahun yang lalu.
"C'mon lah, bli. It won't hurt you!" — kata Arik membujuk untuk ikut lari.

Cara pandang saya berubah pada suatu subuh di tahun ke-5 Bali Marathon.
Dan di sini semua dimulai…

Forki as one of the BMM's Pacer
Forki (paling kanan) menjadi pacer untuk lari dengan rute 21K. Foto oleh Pelari Galau.

Wednesday, 13 July 2016

Tiga

Tanpa disengaja setelah sekian lama, malam ini saya bertemu dengan sahabat saya Windu.
"Kami dari Mangsi Coffee mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-28" — candanya yang sukses membuat saya tersenyum bangga.

Dan tidak terasa juga, tiga tahun yang lalu, di sebuah warung kopi kecil di kawasan Hayam Wuruk berkumpul 3 pemuda yang ingin mengubah dunia.
Mereka sebut diri mereka dengan Masbrooo.
Bisa apa sih tiga orang ini?

Happy 3rd Anniversary



Monday, 11 July 2016

Naik Kelas

Seperti biasa kegiatan bercengkrama di media sosial menjadi lebih canggung sekaligus istimewa dalam waktu yang bersamaan.
Sebentar, lanjut kerja dulu, ada deadline menanti.
Berbekal baju putih poloskado dari Ade saya memulai rutinitas biasa di hari Minggu yang ceria.
 
Berangkat menuju gym dan bertemu bli Kadek dan mbok Luh yang sudah 2 tahun tidak bertemu.

Lanjut menuju The Alleyway Café, Curative, dan Mangsi untuk bertegur sapa dengan teman-teman.
Dilanjutkan menuju Legian untuk bertemu geng gossip, dan ditutup dengan take vocal yang menyenangkan bersama tim Sanga dan …pulang untuk tidur.

Pesta dan surprisenya mana?

001

Friday, 24 June 2016

Menjadi Dewasa

Belakangan rutinitas kerusuhan di grup messenger ABEHOLIC mulai sepi.
Maklum, waktu menunjukkan usia kami yang tidak seramai dulu.
Sudah ada tanggung jawab yang harus kami tunaikan.

ABEHOLIC

Sunday, 19 June 2016

Popo

Rasanya baru beberapa hari yang lalu dia masih kuat mengejar saya untuk bermain matador favoritnya sejak kecil. 
Berakhir dengan memeluknya, arti kemenangan Popo yang berhasil mengigit saya sambil berucap "Jangan mati ya, Opo".
Iya, waktu berlalu begitu cepat.

Popogenic